Zuhri Zaman
Kuasa berkubang darah merelakan hayat seakan mencurah setungkul tulang kehadapan seekor anjing
Atas dasar cintanya pada Pertiwi bumi leluhur menghantarkan dirinya pada titik ikhlas terhadap segenap harta dan nyawa untuk di pertaruhkan di hadapan bangsad penjajah itu
Rumah yang mereka miliki, keluarga hangat yang mereka cintai menjadi sasaran dari bejatnya perampas hina tak tau diri
Berharap pada anak cucu untuk secercah kemakmuran di masa mendatang
Namun pantaskah?
Bumi yang di pertahankan setepa tanah yang di pertaruhkan hancur di tangan anak bangsa sendiri
Keadilan dan kemakmuran bagai mimpi para petua semata
Perjuangan yang bersimbah darah nyawa nyawa mulia yang berani berkorban bahkan tak pernah rasanya terkenang dalam jiwa mereka
Lalu pantaskah para anak bangsa mendapat takhta tanpa dasar cinta persada?
Gugur nya para petua adalah bukti cintanya terhadap tanah air
Takengon, Agustus 2026


